Malam menjelang pagi, aku sendiri
tak tau sudah jam berapa ini… Jam dinding di hadapanku “sekarat” …baterainya
sudah tidak kuat lagi menggerakan jarum jam hingga waktu seolah berjalan di
tempat. Biasanya saat begini jiwaku sudah terpisah dari raga dan menikmati
mimpi indah ditemani istri kesayanganku. Hhmmmm…. Insomnia lagi... kilahku dalam hati. Entah pikiran apa yang sedang
bergelayutan di alam bawah sadarku hingga tidak dapat memejamkan mata yang
mulai layu ini.
Selesai shalat Isya yang harusnya
menjadi jadwal shalat Tahajjud, kubuka PC di ruang tamu dan mengingat kembali
kejadian beberapa jam yang lalu. “AISYAH”….sebut saja namanya…, adalah seorang
wanita berhijab masih keturunan etnis oriental yang menjadi temanku beberapa
minggu belakangan ini. ALLAH mempertemukan kami melalui blog ini. Aisyah memiliki karakter
lincah cenderung aktif, supel dan murah senyum. Terkadang gaya seriusnya tidak
cocok untuk dibawa bicara serius [;P]. Bahkan saat aku dan seorang lagi teman
sempat mendengar ia tertawa di sebuah kafe lokasi kami bertemu, menurut
Syahrini tawanya seolah “Cetar Membahana Bajay mempesona u..la..laaa”… membuat orang
yang berada di sekeliling “terpaksa” meliriknya dan tertegun sejenak, kemudian kita
pura – pura tidak kenal khawatir di usir dari lokasi kongkow [;P]. Selang waktu
berjalan tak terasa satu persatu tamu kafe mulai beranjak pergi, tapi pembicaraan semakin hangat. Mengenalnya sekilas waktu seperti menjalin persahabatan bertahun –
tahun. Hingga kedekatan kami berlanjut ke koridor bisnis.
Singkat cerita….
Malam ini aku tidak menyangka
akan mengenal dia begitu dalam, hingga riwayat hidup yang di usung menurutku
tidak seharusnya dibuka mengingat akupun belum pantas untuk di bebankan amanah
yang sedemikian hebat. Namun yang membuatku tersanjung adalah, caranya memberiku
kepercayaan hingga ia mampu dengan gamblang menceritakan masa lalunya yang
begitu mencekam. Layaknya teman curhat yang tetap menjaga etika dan moral, di
hujaninya aku dengan banyak kisah.. hingga akhirnya terbersit keinginan dalam
dirinya untuk meninggalkan keadaan yang di hadapi saat ini menuju tempat yang
dianggap nyaman dan tidak ada seorangpun mengganggu hidupnya.
Mendengar kisahnya yang begitu
dramatis, membuatku sesekali mengusap dahi dan
menghela nafas panjang, pertanda tak kuasa menahan penat dan sesak di
dada. Bagaikan seorang artis papan atas, ia begitu mahir menutup kesedihan dan
himpitan masalah yang selama ini dihadapkan. Dan aku dengan jujurnya mengatakan
bahwa diriku masih tak percaya dia mampu memperdengarkan cerita hidupnya kepadaku,
dengan kedekatan layaknya hubungan sahabat yang telah lama di kenal. Jujur… secara
pribadi aku tidak menerima mendegar keputusannya untuk meninggalkan keadaan
meski hanya sementara. Tapi yang jelas ia lebih paham mau di bawa kemana arah
hidupnya hingga seorang AISYAH berhak memutuskan langkah hidup dalam menggapai
bahagia untuk diri, keluarga, teman, dan orang – orang yang bergantung padanya.
Tanpa di sadari, hari semakin larut.
***
![]() |
(Sumber Ilustrasi gambar : Aisyah... terselip sebuah kisah dibalik ketegarannya) |
Aisyah… jika engkau sempat membaca
tulisan ini, demi ALLAH… aku tidak pernah mengetahui sebelumnya tentangmu, akan
keakuratan cerita yang telah menjadi inspirasi postinganku di pagi buta ini. Dan
aku tidak tau apa rencana ALLAH untuk mempertemukan kita layaknya sahabat kilat
yang mengemban amanah super hebat. Terima kasih atas kisah selingan ditengah obrolan
bisnis nan manis hingga aku banyak menemukan hikmah dibalik perjalanan
panjangmu. Mau tau hikmah apa yang bisa aku pahami????
ü WAKTU
: Nikmati sajalah detik demi detik berjalan sebaik mungkin, karena tidak akan
ada lagi waktu yang terlewat ini akan kembali. Waktu seperti air mengalir, kita
tidak akan dapat mengambil air yang sama di tempat yang sama ketika ia berlalu.
ü MASA
DEPAN : Adalah hal yang tidak dapat kita tentukan saat ini.. semua adalah
MISTERI ILAHI, setiap rancangan sempurna bukan berarti yang terbaik di hadapan
Yang KUASA. Jika hidup adalah mengendarai mobil. Apakah engkau mengetahui sebab
Kaca mobil yang di design lebih besar dari pada kaca spion? Aisyah… itu
merupakan perumpamaan bahwa menjalani HIDUP harus lebih melihat kepada masa depan, boleh sesekali melihat masa
lalu… tapi pahami bahwa masa lalu bukanlah tujuan hidup. Masa lalu tetap
menjadi pengalaman dan guru terbaik, agar kita tidak terjerembab di lubang yang
sama. Fokus dengan apa yang ada di depan, hingga kita bisa menjalani waktu demi
waktu dengan cara pandang yang luar biasa dan mencapai apa yang di tuju.
ü PERSAHABATAN
: adalah suatu hubungan emosional layaknya MATA dengan TANGAN… Ketika Tangan
sakit, mata akan menangis… dan ketika mata menangis… maka tangan menghapusnya.
Sahabat.... inilah tentang aku, kamu, dia, mereka, kita semua.... J
No comments:
Post a Comment
" Berikan Komentar Anda Untuk Postingan Ini "