10 May, 2009

FLU SINGAPURA MENYERANG ANAKKU

Depok,April 2009

Akhir-akhir ini sering aku mendengar berita tentang penyakit flu Singapura yang menyerang Kota Depok. Di radio, televisi, sampai media cetak memberitakan dengan gencar mengenai jenis penyakit yang menyerang anak usia 1-10 tahun ini. “Gawaaat…” ujarku saat membacanya pertama kali, padahal beberapa minggu yang lalu anakku baru saja terkena penyakit campak. Apalagi melihat lokasi yang tertulis pada salah satu media cetak Jakarta disana jelas-jelas menerangkan bahwa kecamatan Sukmajaya adalah tempat yang dilansir penyebaran penyakit Flu Singapura, dan itu adalah tempat dimana aku tinggal saat ini. Otakku langsung tertuju pada kedua buah hatiku yang usianya menjadi target jenis penyakit ini. Bagaimana tidak?? Kedua anakku Afifurrahman dan Sarah Ayu Aqila, mereka masih berusia dibawah 13 bulan..

Rasa khawatirku langsung memuncak setelah membaca artikel tentang gejala yang ditimbulkan. Diantara gejala itu adalah :
1. Suhu tubuh yang tinggi, sekitar 38-39 c.
2. Adanya bintik-bintik merah / ruam yang terdapat disekujur tubuh.
3. Timbul sariawan di sekitar mulut.

Edaaaaaaaaaan … berarti hal inilah yang dialami oleh anak pertamaku beberapa waktu lalu. Ternyata dia bukan mengidap penyakit campak seperti yang telah diduga sebelumnya. Aku menduga kalau itu adalah penyakit campak karena menurut ilmu pengetahuan “Sotoy”ku yang pernah mengalami gejala yang sama ketika aku masih kecil. suhu tubuhnya langsung tinggi ketika diajak menginap semalaman di tempat neneknya di daerah Studio Alam Indah, letaknya memang berseberangan dari wilayah tempat tinggalku yaitu Griya Depok Asri. Awalnya kupikir hanya panas biasa, Jadi hanya dirawat dirumah saja dengan bantuan kompres air hangat rasanya sudah cukup. Akan tetapi panasnya tidak kunjung reda setelah kami tunggu keesokan harinya, dua hari kemudian Keluar bintik-bintik merah yang bentuknya mirip dengan penyakit campak. Bayangkan jika anak kecil seumur Afif yang terkena penyakit itu, pastinya akan rewel. Apalagi ditunjang dengan hasil Madeical check up yang ngga jelas,karena hasil diagnose dokter yang mengatakan itu adalah serangan virus, yang buat aku kecewa sang dokter tidak menjelaskan virus apa yang menyerang anakku hingga aku memunculkan keputusan sepihak. Atau mungkin dokternya tidak cukup pintar menjelaskan jenis penyakit yang sedang diderita oleh anakku.

Aku tidak habis pikir bagaimana hal itu dapat terjadi??. Padahal rumah mertuaku cukup jauh. Ternyata Cara penyebarannya yang super kilat, dari mulai melalui air liur yang menempel, atau melalui pernafasan, atau menyentuh tempat dimana si pengidap flu Singapura tadi pernah menyentuhnya, maka Virus sangat mudah mengembangkan varian penyakit tersebut. Jadi bayangkan saja jika satu anak yang mengidap penyakit tersebut sempat jalan-jalan dan berinteraksi dengan temannya di satu lingkungan, maka ada berapa anak yang akan secara cepat dapat tertular.
Dewi, rekan kerjaku kebetulan tinggal di daerah Depok. Setelah membaca surat kabar tadi, dia bercerita bahwa anaknya telah terkena wabah ini. Ciri-cirinya sama dengan apa yang aku baca tadi. Anak keduanya, Fauzan sudah tiga hari tidak mau makan karena sariawan ada di sekeliling mulutnya. Sejauh ini memang belum ada obat yang secara akurat dapat menyembuhkan penyakit ini. Meskipun sebenarnya termasuk kategori penyakit ringan yang disebabkan oleh virus, penyakit ini cukup menggemparkan masyarakat karena sifatnya yang mudah menular.

Untuk para peselancar dunia maya yang masih memiliki anak dibawah usia 10 tahun sebaiknya lebih berhati-hati dan waspada terhadap kondisi kesehatan anak, karena hal ini bisa saja terjadi pada anak anda. Jika mengalami gejala seperti yang telah disebutkan diatas, harap secepatnya kedokter. Lebih baik mencegah daripada mengobati.