23 November, 2012

BELAJAR DARI PION CATUR



Mengamati kedua teman yang sedang berpikir bagaimana cara mengalahkan satu sama lain di papan catur, membuatku terkesima dengan permainan dan obsesi mereka untuk menang. Adi mengernyitkan kening sambil memasang strategi untuk mengalahkan raja lawan. Disisi lain Bimo terlihat santai dan membentengi rajanya dengan pertahanan berlapis.  Dengan Fokus kepada Raja, rupanya Adi melupakan sisi lain yang di anggap sepele dan tidak memiliki kekuatan berarti. Ia lebih mengincar Sang Perdana Menteri sebagai satu – satunya masalah terbesar.

Bimo mulai memajukan buah pionnya selangkah demi selangkah. Ia merasa yakin bahwa pionnya akan menjadi “sesuatu”. Sementara Adi berusaha menumpas Pendamping Raja tertinggi milik Bimo. Dimajukan lah buah Benteng, Kuda, Peluncur dan Perdana Menteri kerajaannya hingga ia merasa sang Perdana Menteri milik Bimo terjebak dalam masalah. Benar saja, kali ini Perdana menteri Bimo harus turun dari papan catur. Namun ia tidak gegabah memberikan symbol pertahanannya begitu saja. Tanpa sadar Adi telah mengorbankan begitu banyak buah catur lain… 1 Kuda, 2 peluncur, Perdana Menteri jagoannya pun di korbankan untuk sebuah obsesi.

Kali ini Bimo memajukan lagi pion kecilnya selangkah demi selangkah hingga pion kecil tersebut berubah menjadi Perdana Menteri… *deziiiiig* … posisipun berganti. Di babatnya satu demi satu buah Catur Adi hingga akhirnya rajapun terdesak…. Dan Kalah.

Aku terpesona dengan permainan Bimo… sebuah pion catur berubah wujud menjadi Perdana Menteri. Suatu pengibaratan seorang manusia yang melangkah satu persatu, dengan segala keterbatasan yang ada dan aturan yang jelas. Meskipun harus berhadapan dengan masalah besar (harusnya) ia tak pernah gentar... tetap berjuang dan bersabar. Selama mengerti arah tujuan yang akan ditempuh ... pasti akan tercapai apa yang di inginkan.“Inilah hidup” pikirku…..

Kita tidak pernah tau kapan waktunya akan menjadi sesuatu, jika hanya berpikir sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan. Yang harus di benahi adalah cara berpikir kita, bagaimana agar dapat menjadi apa yang kita pikirkan dan menyertakan DIA dalam setiap langkah. Hingga Allah akan menjadikan kita seperti apa yang hambaNYA sangkakan kepadaNYA. Jalani saja hidup ini dengan apa yang di miliki, perbuatlah dengan apa yang kita bisa. Lakukan dengan sungguh – sungguh dan usaha yang maksimal. Karena ALLAH lebih mengetahui kebutuhan kita dari setiap tetes keringat yang keluar, dari setiap harta yang dibelanjakan, dari setiap nafas yang dihembuskan, serta dari setiap gerakan yang di ikhlaskan hanya kepadaNYA.

Sahabat… inilah tentang aku, kamu, dia, mereka, kita semua…

No comments:

Post a Comment

" Berikan Komentar Anda Untuk Postingan Ini "