17 April, 2013

Aisyah dan Sebuah Kisah


Malam menjelang pagi, aku sendiri tak tau sudah jam berapa ini… Jam dinding di hadapanku “sekarat” …baterainya sudah tidak kuat lagi menggerakan jarum jam hingga waktu seolah berjalan di tempat. Biasanya saat begini jiwaku sudah terpisah dari raga dan menikmati mimpi indah ditemani istri kesayanganku. Hhmmmm…. Insomnia lagi... kilahku dalam hati. Entah pikiran apa yang sedang bergelayutan di alam bawah sadarku hingga tidak dapat memejamkan mata yang mulai layu ini.

Selesai shalat Isya yang harusnya menjadi jadwal shalat Tahajjud, kubuka PC di ruang tamu dan mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu. “AISYAH”….sebut saja namanya…, adalah seorang wanita berhijab masih keturunan etnis oriental yang menjadi temanku beberapa minggu belakangan ini. ALLAH mempertemukan kami melalui blog ini. Aisyah memiliki karakter lincah cenderung aktif, supel dan murah senyum. Terkadang gaya seriusnya tidak cocok untuk dibawa bicara serius [;P]. Bahkan saat aku dan seorang lagi teman sempat mendengar ia tertawa di sebuah kafe lokasi kami bertemu, menurut Syahrini tawanya seolah “Cetar Membahana Bajay mempesona u..la..laaa”… membuat orang yang berada di sekeliling “terpaksa” meliriknya dan tertegun sejenak, kemudian kita pura – pura tidak kenal khawatir di usir dari lokasi kongkow [;P]. Selang waktu berjalan tak terasa satu persatu tamu kafe mulai beranjak pergi,  tapi pembicaraan semakin hangat. Mengenalnya sekilas waktu seperti menjalin persahabatan bertahun – tahun. Hingga kedekatan kami berlanjut ke koridor bisnis.

Singkat cerita….

Malam ini aku tidak menyangka akan mengenal dia begitu dalam, hingga riwayat hidup yang di usung menurutku tidak seharusnya dibuka mengingat akupun belum pantas untuk di bebankan amanah yang sedemikian hebat. Namun yang membuatku tersanjung adalah, caranya memberiku kepercayaan hingga ia mampu dengan gamblang menceritakan masa lalunya yang begitu mencekam. Layaknya teman curhat yang tetap menjaga etika dan moral, di hujaninya aku dengan banyak kisah.. hingga akhirnya terbersit keinginan dalam dirinya untuk meninggalkan keadaan yang di hadapi saat ini menuju tempat yang dianggap nyaman dan tidak ada seorangpun mengganggu hidupnya.

Mendengar kisahnya yang begitu dramatis, membuatku sesekali mengusap dahi dan  menghela nafas panjang, pertanda tak kuasa menahan penat dan sesak di dada. Bagaikan seorang artis papan atas, ia begitu mahir menutup kesedihan dan himpitan masalah yang selama ini dihadapkan. Dan aku dengan jujurnya mengatakan bahwa diriku masih tak percaya dia mampu memperdengarkan cerita hidupnya kepadaku, dengan kedekatan layaknya hubungan sahabat yang telah lama di kenal. Jujur… secara pribadi aku tidak menerima mendegar keputusannya untuk meninggalkan keadaan meski hanya sementara. Tapi yang jelas ia lebih paham mau di bawa kemana arah hidupnya hingga seorang AISYAH berhak memutuskan langkah hidup dalam menggapai bahagia untuk diri, keluarga, teman, dan orang – orang yang bergantung padanya. Tanpa di sadari, hari semakin larut.

***

(Sumber Ilustrasi gambar  : Aisyah... terselip sebuah kisah dibalik ketegarannya)

Aisyah… jika engkau sempat membaca tulisan ini, demi ALLAH… aku tidak pernah mengetahui sebelumnya tentangmu, akan keakuratan cerita yang telah menjadi inspirasi postinganku di pagi buta ini. Dan aku tidak tau apa rencana ALLAH untuk mempertemukan kita layaknya sahabat kilat yang mengemban amanah super hebat. Terima kasih atas kisah selingan ditengah obrolan bisnis nan manis hingga aku banyak menemukan hikmah dibalik perjalanan panjangmu. Mau tau hikmah apa yang bisa aku pahami????

ü  WAKTU : Nikmati sajalah detik demi detik berjalan sebaik mungkin, karena tidak akan ada lagi waktu yang terlewat ini akan kembali. Waktu seperti air mengalir, kita tidak akan dapat mengambil air yang sama di tempat yang sama ketika ia berlalu.

ü  MASA DEPAN : Adalah hal yang tidak dapat kita tentukan saat ini.. semua adalah MISTERI ILAHI, setiap rancangan sempurna bukan berarti yang terbaik di hadapan Yang KUASA. Jika hidup adalah mengendarai mobil. Apakah engkau mengetahui sebab Kaca mobil yang di design lebih besar dari pada kaca spion? Aisyah… itu merupakan perumpamaan bahwa menjalani HIDUP harus lebih melihat  kepada masa depan, boleh sesekali melihat masa lalu… tapi pahami bahwa masa lalu bukanlah tujuan hidup. Masa lalu tetap menjadi pengalaman dan guru terbaik, agar kita tidak terjerembab di lubang yang sama. Fokus dengan apa yang ada di depan, hingga kita bisa menjalani waktu demi waktu dengan cara pandang yang luar biasa dan mencapai apa yang di tuju.

ü  PERSAHABATAN : adalah suatu hubungan emosional layaknya MATA dengan TANGAN… Ketika Tangan sakit, mata akan menangis… dan ketika mata menangis… maka tangan menghapusnya. 

Sahabat.... inilah tentang aku, kamu, dia, mereka, kita semua.... J

No comments:

Post a Comment

" Berikan Komentar Anda Untuk Postingan Ini "