30 October, 2014

KISAH AFIF dan BUKU MUHAMMAD TELADANKU #1

Kegiatan Afif Sebelum Tidur
SELAMATKAN ISLAAAM!!!...sayup-sayup terdengar teriakan dari kamar
sebelah, tak ayal lagi...itu suara putra sulungku Afif. Tapi ini sudah
tengah malam, apakah ia masih terjaga? Ngga mungkin!! Ia pasti sedang
bermimpi. Aku memang sering sekali kerja di kamarku hingga larut
malam. Tapi baru kali ini ku dengar ia mengigau seperti itu...apalah
yang sedang dipikirkannya.


Keesokan hari istriku becerita bahwa ia juga mendengar Afif mengigau,
mungkin karena sebelum tidur ia diceritakan tentang siroh nabawi
tentang Perang Uhud yang dikemas dalam buku Muhammad Teladanku [MuTe
Buku 8]. Memang malam itu ia begitu khusyu menyimak lantunan kata yang
keluar seolah berada dalam situasi peperangan. Padahal hanya beberapa
lembar saja ia mendengar dan setelah itu baru tidur bersama ibunya
yang ikut terlena dalam suasana hening pasca mengantar tidur
putera-puteri kami dengan cerita di MuTe. Sementara aku masih tetap
dengan mengejar pekerjaan yang hampir deathline di kamar sebelah.


---oo---

Hari berganti... Afif semakin besar, tumbuh menjadi seorang anak
lelaki yang aktif dan bersosialisasi adalah perkara mudah untuknya. Ia
senang sekali menggambar...jika ada kertas yang tidak terpakai atau
ada celah saja untuk ia menggoreskan bentuk, maka jangan salahkan
jika suatu saat  kertas itu di temukan, tanpa pikir panjang akan ia
pakai. bagaimana hasil gambarnya. Hehehe..untuk yang satu ini..maaf,
masih jauh dari kata sempurna. Yang penting dalam prosesnya, bukan
soal hasil goresan dan bentuk akhirnya, tapi bagaimana caranya
memaparkan apa yang ada dalam fikirannya dan mengilustrasikan dalam
selembar kertas. Karena dulu seingatku saat kecil, aku tidak pernah
kepikiran untuk memiliki kebiasaan sepertinya. Awalnya ia senang
sekali menggambar tokoh karakter kartun "Si Burung Marah" tapi
sekarang semakin hari tema gambarnya berubah.


Beberapa malam lalu aku dapati anak-anak telah tidur di kamarnya,
hanya posisi Afif yang masih belum rapi. Setengah badannya berada di
kasur dengan tangan memegang pulpen, sementara kakinya melipat di
lantai untuk menopang tubuhnya. Di antara kepala dan tangan ada buku
yang sepertinya belum selesai ia coret-coret... ku amati satu persatu
gambar hasil coretannya...Ada orang membawa pedang, ada kotak seperti
tas, ada bentuk bulat dan pedang, dan yang mengejutkan... ada lafaz
Muhammad [Nabi Muuhammad SAW]. Ah...apalah arti semuanya... hanya dia
dan ALLAH sajalah yang tau, jadi aku harus minta penjelasannya besok
pagi sebelum ia berangkat sekolah.


"Afif...Sini Nak.." aku memanggilnya dengan halus, "semalam Bapak liat

di kamar kamu lagi gambar terus ketiduran yaaa.. Emang kamu lagi
gambar apaan sih?"

Afif hanya tersenyum sambil manggut-manggut hingga terlihat sebagian
giginya yang tanggal. Tak lama Istriku membawa gambar tersebut dan
menunjukan pada Afif. Istriku ikut bertanya tanda #kepo. Terjadilah
percakapan:


Ibu: Afif kalo gambar orang bawa pedang ini maksudnya apa?

Afif: Itu Orang sedang perang..[senyum malu]

Ibu: Kalo Kotak ini?

Afif: Itu Harta rampasan Perang Buuu...[mulai semangat menjelaskan]

Ibu: Yang bulet-bulet mirip obat nyamuk bakar?

Afif: Itu Perisai Ibuuuuk...[nada sewot]

Ibu: Oooooh..Nah..ini ada bulet-bulet kayak bahasa Arab..Koq kayak

tulisan Muhammad?


Afif: iiiiyyyyaaak...

Ibu: Koq Bisa???

Afif: kan Afif Liat-liat di Buku MuTe, terus di contoh deh..akhirnya

Bisa sendiri.


Subhanallah... banyak sekali ia menyerap sisi postif dari cerita MuTe,
semakin hari ada saja energi yang tumbuh hasil dari membacakan cerita
ini. Di tambah lagi pasca penghapusan jam menonton televisi dirumah
membuat ia berpikir keras untuk mencari kegiatan agar dapat mengisi
jam lowong yang biasanya di pakai menonton. 
Uniknya... sejak ada MuTe, hampir setiap malam menjelang tidur ia sempatkan menggambar, dan gambarnya terinspirasi dari cerita MuTe

Sejujurnya Aku tidak melarang ia untuk bersosialisasi dengan dunia
luar termasuk televisi, karena di luar ia masih dapat menonton juga.
Tapi setidaknya ketika tiba di rumah, ada hal yang harus di tegaskan
bahwa kreatifitas tidak akan pernah tumbuh hanya dengan menonton. Jadi
kenapa tidak kita kembangkan emosi dan kreatifitasnya sejak dini,
dengan sentuhan kecil saja, seperti membacakan buku bertema positif
sebelum tidur, maka kita sudah menyumbangkan begitu banyak jembatan
untuk membangun masa depannya.


Jika dulu melihat harga MuTe aku sempat melotot karena kaget dengan
nilainya yang bisa untuk bayar iuran sekolah Afif selama 7 Bulan,
sekarang justru aku lebih melotot melihat perkembangan positif yang ia
dapat dari pertemuan kami di kamar tidur hanya beberapa saat bersama


Jadi baru ku temukan makna yang tepat dari kata-kata "ANAK ADALAH
INVESTASI"... karena anak bukan hanya sekedar di lahirkan dan
bertumbuh, melainkan ia yang harus kita pupuk, kita rawat, kita jaga
sekalipun sering terjaga dalam malam karena ia tengah sakit demam.
Anak yang harus kita besarkan dengan hati yang besar sekalipun
terkadang kita memperlakukannya dengan ekstra sabar. Anak yang harus
kita asah agar kelak menjadi orang yang soleh dan solehah. Anak yang
kita cinta karena Allah..agar ia yang jadi salah satu jembatan kita
mencapai pintu Jannah...


Sahabat...inilah tentang aku, kamu, dia, mereka, kita semua.




No comments:

Post a Comment

" Berikan Komentar Anda Untuk Postingan Ini "