26 July, 2013

SEPENGGAL WAKTU BERSAMA SAHABAT


Ali Ridho in Memoirs
Depok, 25 Juli 2013 | 08.30 WIB
Suasana pagi menjelang siang masih ingin mengajakku untuk bersantai – santai. Maklum ini adalah bulan Ramadhan Minggu ke-2 1434H ditengah ibadah shaum yang di wajibkan Umat Islam seluruh dunia. Badan masih tak bertenaga untuk melakukan aktifitas rutin. Padahal sebenarnya ngga ada yang namanya bermalas – malasan dalam menjalankan ibadah Ramadhan ini… karena bukan alasan yang tepat jika hal ini menjadikan kegiatan terhambat. Ah… sudahlah, yang jelas kenyataannya aku memang terlanjur nyaman dalam kondisi “malas” ini.

…oOOo….


Kemang | 10.15 WIB
Beberapa menit lagi tibalah aku ketempat tujuan dimana rutinitas berawal. Sejak sepuluh menit lalu henpon di balik saku bajuku berdering terus menerus, meminta untuk segera di respon dengan cepat. Nada dering yang memanggi tapi bukan dari kantor, karena sudah ku bedakan mana gadget untuk urusan kerja, dan mana yang di luar kerja… lalu dari siapa???, kupikir baiknya  minggir sajalah demi keamanan berkendara sambil merogoh saku dibalik jaket yang terus bergetar. Ku lihat layar blackberry bututku tercantum nama +wawan winardi, langsung ku respon panggilannya

“Halo… Yud, udah dengar berita belon? “

“HAH…apaan? Ngga kedengeraaaan…. Kenapa-kenapa!? Ga ada yang ngasih kabar dari tadi…”

“Ali Ridho… MENINGGAL!!”

“INNALILLAHI WAINA ILAIHI ROJI’UUUUN…”

Seketika itu suaraku yang lepas mengiringi lepasnya tetes demi tetes peluh selama  perjalanan menuju kantor yang hingga saat ini belum juga sampai. ingin rasanya langsung memutar arah tujuan dan membalikkan waktu barang beberapa menit saja untuk sekedar berpamitan dengan sahabat karibku semasa jaya putih biru.

Sesosok wajah berhidung mancung dengan logat sunda citeureup –nya yang konyol masih terlintas jelas di dalam memori. Entah sudah berapa kali senyum lebarnya mondar mandir sambil melambaikan tangan seolah ingin berpamitan untuk kali yang terakhir. Semakin berat saja langkah ku masuk ke ruang kerja dimana tugas harian sudah menanti disana. Ah… andai saja tidak ada pekerjaan yang begitu penting untuk di selesaikan hari ini, mungkin aku akan langsung menghadiri moment terakhir bersamanya sekedar mengucapkan “selamat jalan brader, jaga diri baik-baik disana” atau bahkan menangisi jasadnya tanpa sepatah kata telontar dari mulutku… cukup mendo’akan dalam hati yang hancur berkeping karena terlanjur mewariskan jutaan kisah yang teramat indah untuk dilupakan.

Teringat beberapa hari sebelum kedatangan bulan penuh berkah yang di nanti milyaran Umat Muslim seluruh penjuru dunia, kami beradu kata… biasalah anak itu, meski kami bukan ABG lagi tapi begitu masuk kedalam grup “putih biru” jiwa anak-anak muncul kembali layaknya masih berada dalam ruang kelas yang di tinggalkan guru pembimbing. Ah… gaya konyolnya selalu saja tak berubah, bahasanya yang “tinggi” biasa menghantarkan kami kepada suasana riuh canda. Hehehe… apapun kata yang keluar dari mulunya tidak bisa membuatku marah… rindu rasanya untuk “toyor” lagi kepalanya sambil tertawa lepas. Tapi sudahlah… #waktu tidak bisa terulang kembali.

Sahabat.... WAKTU... kita ngga pernah tau kapan akan sampai pada garis yang di tentukanNYA, semua yang telah dijalani bersama.. susah, senang, cerita hidup, ada kalanya berbagi dan berselisih paham... yang jelas #SELAMANYA kita tetap menjadi #SAHABAT dan tak akan pernah terganti sekalipun ada yang berusaha menyamakanmu.

Beristirahatlah dengan indah dan damai... akan ku rajut kenangan kita bersama dan ku bingkai namamu di relung hati terdalam. Teriring do'a yang menjadi bentuk penghormatan dan penghantar jiwamu kepada ALLAH, semoga DIA membukakan selebar-lebarnya pintu Al-Jannah kepadamu sebagai tempat terakhir...


*Teruntai salam perpisahan untuk #sahabat Ali Ridho, Wafat Hari Kamis 25 Juli 2013, di RS Sentra Medika Cibinong 

No comments:

Post a Comment

" Berikan Komentar Anda Untuk Postingan Ini "